Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah awal menjalin kolaborasi dalam pengolahan limbah masyarakat agar dapat diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat, kreatif, dan memiliki nilai jual ekonomi tinggi.
Kedatangan rombongan pemerhati lingkungan hidup itu disambut hangat oleh Kalapas Kelas I Medan Fonika Affandi, didampingi Kabid Pembinaan Yon Atmoss serta KPLP Lapas Kelas I Medan Rinaldo.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang berfokus pada pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan. Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil daur ulang yang bernilai jual.
Ir. Khairi menyampaikan bahwa persoalan limbah harus dipandang sebagai peluang besar yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola dengan inovatif dan berkelanjutan.
“Limbah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga potensi ekonomi. Dengan kolaborasi yang baik, limbah masyarakat dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas I Medan menyambut positif gagasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang produktif dan edukatif, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan inovasi pengolahan limbah yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas di Sumatera Utara.(Team)






