AGAM — Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Agam turut menghadiri pembukaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) gabungan lima mata pelajaran MTs se-Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut mengusung moto “Bersama MGMP, Kita Tingkatkan Kompetensi, Kuatkan Kolaborasi, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia.”
MGMP gabungan tersebut melibatkan lima mata pelajaran, yakni Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Akidah Akhlak, Matematika, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), serta Seni Budaya. Kegiatan diikuti oleh para guru mata pelajaran serta kepala madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Agam.
Kegiatan pembukaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Forum MGMP diharapkan menjadi ruang strategis bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi profesional, serta melahirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran di madrasah.
Mengawali kegiatan, Ketua MGMP SKI, H. Agus Salim, mewakili seluruh mata pelajaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan MGMP di Kabupaten Agam.
“Terima kasih atas dukungan, perhatian, dan pembinaan dari seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan MGMP Kabupaten Agam, baik dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Kasi Penmad, pengawas madrasah, maupun kepala-kepala madrasah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan MGMP terus mendapatkan arahan dan pembinaan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Agam.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Rinalfi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya MGMP sebagai wadah untuk membangun sinergi dan kolaborasi antarguru.
Menurutnya, melalui forum MGMP para peserta diharapkan dapat melakukan diskusi, berbagi praktik baik pembelajaran, serta menemukan berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.
“Di forum MGMP ini diharapkan para peserta bisa bersinergi dalam melakukan diskusi, berbagi praktik pembelajaran yang baik, maupun menemukan inovasi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Dr. H. Rinalfi juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman, arus globalisasi, serta pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut tenaga pendidik untuk terus belajar dan berdiskusi. Guru perlu memiliki kemampuan dalam menjawab berbagai tantangan zaman sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.
“Bagaimana agar anak merasa bahagia sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, Kementerian Agama terus berupaya memberikan respons melalui berbagai program, di antaranya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pembelajaran mendalam (deep learning), serta program unggulan Madrasah Ramah Anak.
Melalui pendekatan tersebut, madrasah diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional dan spiritual.
“Kita berharap nantinya mendapatkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Ali Mutasar, dalam arahannya mengingatkan seluruh peserta agar memaknai MGMP sebagai kebutuhan profesional, bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh sertifikat.
Ia menegaskan bahwa MGMP merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang berkewajiban mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi atau diklat yang linear dengan bidang yang diampu.
“MGMP bukan sebatas berburu sertifikat, tetapi memang menjadi sebuah kebutuhan bagi guru dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan MGMP tersebut memiliki landasan regulasi, salah satunya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 665, sehingga pelaksanaannya diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas guru dan pembelajaran di madrasah.
Kehadiran Kepala MTsN 1 Agam bersama seluruh kepala madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Agam dalam pembukaan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan komunitas belajar dan profesionalisme guru melalui MGMP.
Kegiatan MGMP gabungan lima mata pelajaran ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan rutin, tetapi mampu menjadi ruang tumbuh bersama bagi para pendidik untuk berbagi praktik baik, mengembangkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman.
Dengan semangat “Bersama MGMP, Kita Tingkatkan Kompetensi, Kuatkan Kolaborasi, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia,”MGMP MTs se-Kabupaten Agam diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak peningkatan mutu pendidikan madrasah menuju madrasah yang unggul, ramah anak, adaptif, dan berdaya saing.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuatkan versi yang lebih “berita media online” dengan judul lebih menarik, lead yang kuat, dan kutipan Kepala MTsN 1 Agam lebih ditonjolkan.(Team)







