MEDAN MARELAN – Proyek renovasi dinding dan pemasangan roster di kawasan Wisata Danau Siombak, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, menuai sorotan tajam. Pengerjaan yang dilakukan oleh PT. BAHANA ini diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar teknis konstruksi yang kokoh.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi dari warga setempat, proyek yang seharusnya memperkokoh struktur dinding ini justru terkesan hanya sekadar "mempercantik" tampilan luar tanpa memperbaiki pondasi yang bermasalah.
Kejanggalan Konstruksi dan Kesaksian Warga
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa sebelum direnovasi, kondisi dinding penyangga tersebut memang sudah miring. Namun, dalam proses pengerjaannya, tidak semua bagian yang rusak dibongkar secara total.
"Dasarnya tidak semua dibongkar. Cuman disetel dari coran semen saja agar kelihatan rata saat dilihat dari atas. Kalau begini caranya, ini tidak akan bertahan lama," ujar warga tersebut kepada awak media.
Intimidasi dan Dugaan "Beking" Oknum LSM
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media di lokasi proyek justru berujung pada pengarahan yang janggal. Mandor proyek, yang dikenal dengan nama Pak Wandi, enggan memberikan penjelasan teknis mengenai kualitas pengerjaan.
"Terkait ini sudah ada yang mengurus," ucap Pak Wandi singkat saat ditemui di lokasi.
Anehnya, pihak pekerja justru mengarahkan awak media untuk menemui seseorang bernama Syadan Kobra. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa sosok tersebut diduga merupakan oknum LSM yang bertindak sebagai "beking" atau pelindung proyek agar terhindar dari pengawasan publik maupun media.
Desakan Kepada Kejaksaan Agung
Melihat adanya indikasi ketidakberesan dalam penggunaan anggaran dan kualitas fisik bangunan yang diragukan, masyarakat bersama rekan media mendesak pihak penegak hukum untuk segera bertindak.
"Kami meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) turun tangan dan memantau langsung ke lokasi. Harus ada transparansi. Jangan sampai anggaran negara habis untuk proyek yang kualitasnya hanya seumur jagung," tegas tim investigasi media di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. BAHANA belum memberikan keterangan resmi terkait metode pengerjaan yang dituding warga "hanya polesan" tersebut.(Team)



