DAIRI – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf kepada pihak SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang, serta keluarga siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution, menyatakan BGN siap bertanggung jawab penuh apabila hasil uji laboratorium membuktikan sumber bakteri berasal dari menu MBG.
“BGN meminta maaf kepada pihak sekolah, siswa-siswi, dan keluarga pasien atas kejadian yang menimpa ratusan siswa. BGN bertanggung jawab mengenai biaya pengobatan secara keseluruhan jika terbukti adanya pelanggaran selama proses pemberian MBG atau juknis BGN,” ujar Pahlawan, Rabu (11/2/2026).
Sampel Diuji di Laboratorium Medan
Saat ini, BGN tengah mengambil sampel makanan yang didistribusikan oleh SPPG Jalan Palapa Sidikalang untuk diuji di laboratorium BGN Provinsi Sumatera Utara.
“Kami sedang di laboratorium Medan. Segala tanggung jawab biaya pengobatan akan mengacu pada hasil laboratorium dan akan dikaji apakah ini termasuk Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP),” katanya.
Hingga kini, ratusan siswa dari dua sekolah tersebut masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Sidikalang.
Evaluasi Menu MBG
Selain proses investigasi, BGN juga mengimbau seluruh SPPG untuk mengurangi menu berbahan santan dalam program MBG karena dinilai lebih rentan basi jika tidak ditangani dengan standar penyimpanan yang tepat.
BGN menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi dan pengawasan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.
( TIM)



